Tren Baru Selfie Menggunakan Sepatu "Selfie Shoes"

Memang ada - ada saja apa yang dilakukan orang pada saat April Mop tiba. Tanggal 1 April ini merupakan hari dimana setiap orang membuat candaan yang sangat kreatif, mulai dari anak - anak hingga orang dewasa.

White House Pun Ikut Mati Lampu Saat Terjadi Pemadaman Listrik Di Washington DC

Washington DC sempat mengalami pemadaman listrik beberapa hari yang lalu. Diketahui bahwa stasiun distribusi listrik dekat Washington DC mengalami kerusakan dan membuat voltasenya turun hingga menyebabkan pemadaman listrik

Bagaimana Kelanjutan Kontrak Blok Mahakam Di Kalimantan Timur ?

Masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh pemerintah. salah satunya adalah kelanjutan kontrak blok Mahakam di Kalimantan Timur oleh perusahaan Perancis PT Total Indonesie.Kontrak ini telah berjalan selama 50 tahun pada tahun 2017 nanti

Playstation 4 Edisi Ultah Tak Meninggalkan Sisa Di Indonesia

PlayStation 4 (PS4) edisi ulang tahun ke-20 memang spesial. Saking spesialnya, Indonesia cuma mendapat jatah 18 unit. Itu pun sudah habis tak tersisa.

ISIS Menyatakan Akan Menyerbu Penjara Nusakambangan

Seorang pria bertopeng dan merupakan anggota ISIS mengaku akan menyerbu lapas Nusakambangan. Hal ini ia nyatakan dalam postingan video di account Youtube milik ISIS. Pria yang disebut - sebut sebagai Abu Jandal akan menyerbu Nusakambangan

Showing posts with label jatuhnya air asia. Show all posts
Showing posts with label jatuhnya air asia. Show all posts

KNKT: Percakapan Pilot QZ8501 Bisa Dilihat Publik di Laporan Akhir Nanti


Tim investigasi QZ8501 Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan percakapan pilot AirAsia di pesawat tersebut bisa diketahui masyarakat melalui laporan akhir investigasi. Namun hanya yang relevan saja yang dimunculkan.


"Silakan tunggu laporan akhir dari KNKT. Itu boleh dibahas, boleh dibaca secara bebas setelah diterbitkan," kata Ketua Tim Investigasi QZ8501, Prof Marjono Siswosuwarno di kantor KNKT, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015).


‎Sementara bagian rekaman yang dianggap tidak relevan tak akan disiarkan dalam laporan akhir. Hal ini, menurut Marjono, telah diatur dalam regulasi internasional Annex 13 International Civil Aviation Organization (ICAO) perihal rekaman maupun transkrip black box tidak untuk publik.


"Jadi bukan transkrip seluruhnya, suara apalagi itu tidak boleh. Itu untuk melindungi, supaya tidak ada tafsiran yang liar," ucap Marjono.


Hal ini terkait beredarnya rekaman palsu QZ8501 di dunia maya. Marjono telah menyatakan rekaman itu sebagai kebohongan. Ia juga menyayangkan adanya berita yang memuat isi rekaman palsu tersebut.


"Kita sangat menyayangkan ada berita seolah-olah ada rekaman yang beredar. Jelas itu pelanggaran terhadap UU, pasti ada sanksi hukum. Jadi peraturan sudah ada tentang bagaimana penyelidikan kecelakaan pesawat," ujar pakar teknik mesin dan dirgantara itu.


KNKT menyatakan proses penyelidikan kecelakaan QZ8501 akan memakan waktu minimal 7 bulan hingga laporan akhir bisa disiarkan. Lamanya waktu penyelidikan ini karena banyaknya informasi yang harus dikumpulkan tim investigasi mulai dari ATC hingga sejarah operasional pesawat nahas tersebut.



Angka 3 yang Selalu Muncul di KRI Banda Aceh dalam Misi Evakuasi AirAsia


Tiga bagian penting pesawat AirAsia QZ8501 sudah diangkat dan dibawa ke Kapal Republik Indonesia bernomor 593, KRI Banda Aceh. Angka 3 seolah selalu mendampingi perjalanan kapal dengan 3 helipad itu dalam pencarian AirAsia.


Tanggal 10 Januari 2015, bagian penting pertama yaitu ekor pesawat berhasil diangkat. Saat itu penyelam mulai turun pukul 05.33 WIB dan mendapati ekor di kedalaman 34,6 meter.


"Saya rekam di jam tangan, kedalaman 34,6 meter tanggal 10 Januari pukul 06.02 WIB dengan kadar oksigen 21%," kata penyelam Kapten Laut (P) Saiful sambil menunjukkan jamnya saat berbincang dengan wartawan pada Rabu 14 Januari 2015 malam.


Bagian pesawat berikutnya yang berhasil ditemukan adalah kunci pengungkapan penyebab kecelakaan yaitu black box berupa flight data recorder pada tanggal 12 Januari. Saat itu penyelam juga mulai beraksi pukul 05.33 WIB dan berhasil menemukan FDR pukul 07.12 WIB.


Hari berikutnya, 13 Januari, di waktu yang sama, pukul 05.33 WIB, penyelam kembali memulai pencarian dan berhasil mendapatkan cockpit voice recorder pukul 07.13 WIB. CVR itu ditemukan oleh tiga penyelam yaitu Lettu Aang DZ, Serda Rajab Suwarno, dan Sertu Widodo AS.


"Bedanya cuma satu menit, saya juga kaget. Arusnya saat itu 0,3 knot," kata Komandan Penyelam Gabungan TNI AL, Mayor Profs.


Secara kebetulan, penyelam yang memegang Pinger Detector dan menemukan dua bagian blackbox tersebut adalah Serda Rajab yang lahir di Kebuman 13 Agustus 1973.


"Ya kebetulan saja itu," kata Rajab yang memperoleh sebutan Pingerman.


Bahkan Komandan SAR Laut dalam pencarian AirAsia tersebut, Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid merupakan lulusan AKABRI angkatan 33. Jumlah wartawan yang berada di KRI Banda Aceh selama misi kemanusiaan itu sempat mencapai jumlah terbanyak yaitu 33 orang sebelum berkurang menjadi 28 orang setelah ada yang kembali menggunakan helikopter ke Pangkalan Bun.


Jika ditelisik lagi, masih banyak unsur 3 yang ada saat misi pencarian AirAsia QZ8501 di KRI Banda Aceh misalnya jumlah Korps Wanita Angkatan Laut yang ada di kapak tersebut yang bertugas tiga orang dan tiga lainnya masih cuti. Entah kebetulan atau tidak, yang pasti KRI Banda Aceh sangat berjasa dalam misi tersebut.



1 Menit yang Mengagetkan Penyelam dalam Penemuan Black Box AirAsia



Dua bagian black box AirAsia QZ8501, yakni flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR), sukses ditemukan dan diangkat dari perairan Karimata, Kalimantan Tengah. Butuh usaha keras untuk menemukannya. Ini cerita di balik penyelaman.


Awalnya, meski ada sinyal ping, posisi black box sulit terendus. Posisinya agak jelas setelah ekor pesawat diangkat, Sabtu (10/1). Ekor tempat black box kosong. Dipastikan, black box lepas dari tempatnya. Upaya pencarian pun terus dilakukan.


Berdasarkan sinyal ping yang diterima KN Jadayat, posisi black box diketahui di koordinat 03˚ 37' 21" S dan 109˚ 42' 42". Penyelaman pun dilakukan. Senin (12/1) pagi, Serda Rajab Suwarno yang membawa pinger detector bersama Kapten Saiful, Pelda Bambang, dan KLK navigasi Edi Susanto masuk ke bawah air perairan Karimata.


Serda Rajab mengarahkan pinger detector ke arah sumber sinyal. Kian kuat sinyalnya, kian kuat suaranya. Akhirnya, FDR ditemukan di kedalaman sekitar 35 meter. Tepat pada pukul 07.12 WIB, Serda Rajab dan kawan-kawan mengambil dan mengangkat FDR ke permukaan.


Esoknya, Selasa (13/1), Serda Rajab kembali bertugas. Ia menyelam bersama Letnan Aang dan Sertu Widodo . Lagi-lagi, ping detector yang dibawa Serda Rajab mendeteksi sinyal ping yang kuat. Saat diikuti, CVR ditemukan di antara tumpukan pasir dan lumpur. Pada pukul 07.13 WIB, CVR sukses diangkat.


"Bedanya cuma satu menit, saya kaget," cerita Komandan Penyelam Gabungan TNI AL, Mayor Profs Dhegratmen di KRI Banda Aceh di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (14/1/2015) malam.


Waktu keberangkatan penyelam sama, yakni pada pukul 05.33 WIB. Ternyata, waktu penemuan dan pengangkatan juga nyaris sama. Hanya beda hari. Jarak penemuan FDR dengan CVR berkisar 15-20 meter.


"Arusnya saat itu 0,3 knot," tambah Mayor Profs.


Saat ini, FDR dan CVR sudah resmi diserahkan kepada KNKT. Nantinya data akan didownload di laboratorium milik KNKT di Jakarta untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura.



Kekuatan Kotak Hitam, Dijatuhi Beban 2 Ton Tidak Rusak




Black box atau kotak hitam pesawat AirAsia QZ8510 yang masih belum berhasil diangkat oleh tim penyelam memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Karena itu tim SAR tidak terlalu mengkhawatirkan meski bagian ekor pesawat yang merupakan tempat black box disimpan ditemukan dalam kondisi tidak utuh.


Tidak khawatirnya tim SAR itu dilontarkan oleh Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo. "Boleh saja (ekor hancur), tapi kan black box dibuat dari bahan metal yang sudah diperhitungkan tahan terhadap bantingan,” ujar Soelistyo di markas Basarnas Jakarta, Jumat (9/1).


Soelistyo berharap dengan terbuat dari bahan metal maka dapat melindungi isi kotak hitam yang berisi rekaman penerbangan dari kerusakan. “Bahannya terbuat dari metal-metal terpilih tertentu maka diharapkan (tidak rusak),” tuturnya. Selain tahan banting, jenderal berbintang tiga ini juga mengungkapkan bahwa black box tahan temperatur karena bagian luarnya terbuat dari bahan metal pilihan. Dengan demikian kemungkinan rusaknya kotak hitam sangat kecil.


Kekuatan fisik kotak hitam juga diungkapkan oleh anggota Tim Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo. Berdasarkan informasi yang dia ketahui, kotak hitam sangat kuat dalam menahan beban. “Dari kabar yang beredar, dibanting (dijatuhi beban) 2 ton enggak apa-apa," kata Nurcahyo saat ditemui CNN Indonesia di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kamis (8/1). Bahkan, lanjut Nurcahyo mengungkapkan, kotak hitam AirAsia tahan bakar sampai 1.000 derajat celsius. Berdasarkan perkiraan Nurcahyo, kotak hitam AirAsia QZ8501 terdiri dari dua komponen, yakni voice data recorder (VDR) dan flight data recorder (FDR). Tempat penyimpanannya terletak di sebelah kanan ekor pesawat.


Adapun dua perangkat tersebut mampu merekam kegiatan penerbangan mulai dari komunikasi pilot dengan awak pesawat hingga data-data terkait jalur penerbangan dan posisi pesawat sebelum hilang kontak.